Prestasi yang tinggi selalu diawali cita-cita yang tinggi.

Prestasi yang tinggi selalu diawali cita-cita yang tinggi.
Pace Rooyess Mully
Kalau cita-citanya terlalu tinggi, kemudian tidak tercapai, kan jadi kecewa berat….”
peraih puncakBercita-cita memang menyimpan dilema. Kalau cita-citanya rendah, biasanya pencapaian juga rendah. Kalau cita-cita tinggi, paling tidak hasilnya di tengah-tengah. Kalau cita-cita rendah, lalu hasilnya tinggi, itu namanya beruntung. Sayangnya, kebanyakan diri kita bukanlah orang yang sering beruntung seperti Si Untung, temannya Pace EDAX. Kita mungkin lebih mirip si Melchias.
Memang citra-cita yang tinggi beresiko mengalami kekecewaan. Manusia menjadi kecewa bila antara harapan dengan kenyataan ternyata tidak sesuai. Bahkan andaipun kenyataan itu bernilai lebih tinggi dari harapan, tetap bisa mengalami kekecewaan. Ibarat kita di tengah-tengah di atas gunungr yang terik, kemudian kita kehabisan bekal minum, tentulah saat itu sangat mengharapkan untuk mendapatkan air. Jika saat itu pula kita mendapatkan sebuah batu permata yang bernilai sangat tinggi, tentulah kita tetap akan kecewa karena temuan itu tidak sesuai dengan harapan saat itu. Batu permata itu tak berguna juga akhirnya andai kita mati kehausan. Jadi setiap harapan, cita-cita, menyimpan potensi kekecewaan. Kalau begitu, apakah sebaiknya kita mengurangi cita-cita kita agar tak jadi kecewa?
Tentu saja jawabnya adalah sebuah ‘jalan tengah’. Kita wajib bercita-cita setinggi langit (hei, siapa tahu cita-cita tersebut tercapai, seperti yang dialami yang meraih 109 dari banyak cita-citanya), dan di sisi lain kita juga mengembangkan kiat bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan meraih cita-cita itu.
Beginilah kiatnya : jadikan sebuah cita-cita mempunyai multi tujuan.
Maksudnya adalah, setiap kali kita mempunyai cita-cita, maka kita menempelkan terhadapnya beberapa alasan sekaligus kenapa kita menginginkannya. Misalnya, seorang anak SMA yang ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi untuk masuk jurusan Teknik PENERBANGAN STTA misalnya, tentu akan menjadi kecewa bila ternyata dia gagal meraihnya. Sering terjadi karena gagal seleksi masuk tersebut, seorang anak SMA menjadi sedih luar biasa, bahkan menjadi frustasi dengan hidupnya. Kiat yang harus dilakukan oleh anak tersebut (termasuk oleh orang tua dan gurunya) adalah memberikan alasan yang lebih banyak kenapa anak tersebut ikut ujian seleksi masuk perguruan tinggi.
Misalnya, tujuan ikut ujian seleksi masuk adalah :
  • Ingin kuliah di Teknik PENERBANGAN STTA, agar masa depan menjadi cerah.
Kenyataan : gagal! Maka ia gagal 100%.
Lalu kita ubah dengan kiat multi tujuan, sehingga ikut seleksi masuk memiliki tujuan sebagai berikut :
  1. Ingin kuliah di Teknik PENERBANGAN STTA, agar masa depan menjadi cerah.
  2. Berusaha untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik adalah ibadah.
  3. Belajar keras juga akan menyenangkan hati orang tua, karena menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dan menghargai dorongan orang tua selama ini. Ini juga ibadah.
  4. Ingin tahu sejauh mana kemampuan diri, dengan menguji diri melalui seleksi masuk perguruan tinggi.
  5. Menikmati permainan, tampaknya ujian ini seperti permainan dimana selain kemampuan juga dituntut strategi. Ini sangat menantang dan mengasyikkan.
  6. Bisa belajar bareng teman-teman, dan terutama menjadi lebih dekat dengan ‘si doi’, teman yang selam ini ditaksir diam-diam.
Misalnya seperti itu, jadi daripada hanya 1 alasan kini menjadi 6 alasan. Nah, bila alasan pertama yaitu masuk Teknik Elektro ternyata gagal, maka masih banyak yang bisa dicapai, yaitu pahala ibadah, restu orang tua, tahu posisi kemampuan diri, sudah ikut menikmati permainan, juga jadi punya pacar (karena ternyata ‘si doi’ gagal juga, senasib!). Nah, artinya hanya gagal 1 dari 6 tujuan, alias hanya gagal 17%.
Nah, itu baru namanya cerdas!
Jadi kalau Anda punya cita-cita yang tinggi untuk mendapatkan itu harus berusaha keras agar dapat meraihnya dengan baik.
Akhirnya saya pesankan kepada adik-adik mahasiswa baru yang siap untuk meraih cita-cita tekunilah apa yang anda harapkan untuk demi masa depanmu, selamat bergabung kawanku!!!!!!!!!!!!!!!!!!
semoga sukses.
By
Rooy M Yikwa

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: