Uji Perluasan Jaringan Telekomunikasi Dihapus

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah bakal menghapus mekanisme Uji Laik Operasi (ULO) perluasan jaringan telekomunikasi agar industri telekomunikasi lebih efisien. Jika ULO dihapus, komponen-komponen biaya yang tak perlu pun hilang.“Baru ULO yang akan dihapus,” kata Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar kepada Tempo seusai seminar ‘Tarif Telekomunikasi’ di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. Nantinya, ULO hanya untuk penerapan teknologi baru.Ia menyatakan telah menyampaikan rencana ini kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh. “Mudah-mudahan segera bisa diterapkan,” ujarnya.ULO menjadi prasyarat bagi perusahaan telekomunikasi yang akan meluncurkan layanan berbasis teknologi baru dan perluasan jaringannya. Lewat ULO, operator diuji kesiapan infrastruktur, peralatan, sistem, dan layanan. Mekanisme ini memunculkan konsekuensi biaya bagi operator karena aktifitas perusahaan bertambah ketika akan mengembangkan jaringan. Menurut Basuki, industri telekomunikasi dihadapkan pada tantangan efisiensi internal. Gejala penurunan skala (down-sizing) pada industri telekomunikasi global mulai tampak.Juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S. Dewa Broto mengatakan, penghapusan komponen perizinan ini diharapkan menekan tarif selular. Kebijakan efisiensi yang ditawarkan lainnya adalah penggunaan menara bersama. “Out putnya harga telekomunikasi lebih murah,” katanya.Ia menyatakan pemerintah tak mematok biaya ULO. Tapi pengeluaran operator pasti bertambah akibat biaya operasional.Namun, PT Indosat Tbk. meragukan kebenaran rencana penghapusan ULO. “Lalu prosedur selanjutnya bagaimana?” ucap juru bicara Indosat Adita Irawati. Ia pun mengaku belum mengetahui rencana itu. Ia khawatir penghapusan ini hanya cara lain pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru.Adita setuju jika pengapusan dilakukan tanpa ada kebijakan baru. Alasannya, ULO membuat perusahannya kerepotan. “Kami harus mendatangkan semua tim teknik bersama-sama Postel, yang kadang-kadang bisa sampai 3 hari.”Regulatory PT Excelcomindo Pratama (XL) Nis Purwati menerangkan, yang merepotkan adalah mekanisme ULO harus dilakukan berulang-ulang jika operator akan meluncurkan fasilitas baru. Selama ini perluasan jaringan di lokasi baru terbentur pada ULO sebab mekanisme ini harus dilaksanakan sebelum perluasan jaringan.”Padahal peralatan dan orang-orangnya sama,” tuturnya. Nis juga mempertanyakan mekanisme perizinan baru yang akan diterapkan. “Apa nanti kalau ada teknologi lain seperti Wimax atau whatever harus di-ULO juga?”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: