DAP Datangi Polda Papua

Jayapura (kamasanpost) – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus menegaskan dirinya bersama empat pengurus DAP lainnya termasuk panitia penyelenggaran hari pribumi internasional memenuhi panggilan penyidik Polda Papua. Kelima dimintai keterangannya masing masing Ketua DAP Forkorus, Wakil DAP Fadel Al Hamid, wakil ketua penyelenggara Lemok Mabel, Ketua Panitia Julius Isage dan Sekretaris Panitia Dominggu Serabut.

“Kami sudah menerima surat panggilan dan pada jam 10.00 WIT memenuhi panggilan tersebut,” tegas Forkorus ketika dihubungi ANTARA, Kamis (14/8) di Jayapura.

Dikatakannya, selain dirinya mereka yang menerima surat panggilan itu antara lain Wakil DAP Fadel Al Hamid dan Wakil Ketua Penyelenggara Lemok Mabel serta dua orang anggota panitia. Saat memenuhi panggilan penyidik, kata Forkorus pihaknya didampingi para penasehat hukum dari LBH dan ALDP.

Dir Reskrim Polda Papua Kombes Pol Paulus Waterpauw ketika dihubungi terpisah mengatakan, para pengurus DAP dan panitia peringatan hari pribumi itu akan diperiksa sehubungan kasus pengibaran bendera Bintang Kejora saat kegiatan berlangsung pada Sabtu (9/8).

“Mereka akan dimintai sehubungan kasus peringatan hari pribumi yang saat kegiatan tersebut berlangsung ada warga yang mengibarkan bendera bintang kejora,” jelas Kombes Waterpauw.

Tarik Ulur

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus mengakui dalam pemeriksaan di ruang Reskrim Polda Papua terjadi tarik ulur karena pihaknya meminta supaya didampingi “special report” dari PBB. Selain itu pihaknya juga meminta agar dalam pemeriksaan tidak hanya untuk kasus pengibaran bendera Bintang Kejora tetapi juga kasus kematian warga sipil, Otinus Tabuni yang diduga akibat tertembak, tegas Forkorus kepada wartawan di halaman Mapolda Papua, Kamis,sesaat hendak istirahat makan siang.

Ketua DAP yang didampingi penasehat hukum dari Aliansi Demokrasi untuk Tanah Papua (ALDP) Anum Siregar mengakui, karena adanya permintaan itulah maka pihak penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan.”Kami baru ditanya sebatas identitas dan karena sudah waktunya makan siang makanya kami minta ditunda untuk istirahat sejenak,” kata Forkorus.

Sementara itu koorinator penyidik AKBP Bonar Sitinjak dari Reskrim Polda Papua secara terpisah mengakui, pemeriksaan masih akan dilanjutkan setelah mereka istirahat makan siang. Para pengurus DAP dan panitia peringatan hari pribumi itu diperiksa sebagai saksi. Adapun penyidik yang dilibatkan dalam kasus tersebut tercatat 12 orang.

Kelima orang yang dimintai keterangannya itu masing masing Ketua DAP Forkorus, Wakil DAP Fadel Al Hamid, wakil ketua penyelenggara Lemok Mabel, Ketua Panitia Julius Isage dan Sekretaris Panitia Dominggu Serabut. (Ant)

Sumber: Papuapos

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: