Penembakan 1 warga sipil di wamena adalah pelanggaran HAM

Ir. Weynand Watori

Ir. Weynand Watori

JAYAPURA (Kamasanpost) – Penembakan seorang warga sipil di Wamena, Sabtu (9/8) lalu oleh Komisi F DPR Papua (Bidang Ham dan Hukum) dinyatakan sebagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk itu, Ketua Komisi F DPRP, Ir. Weynand Watori mengatakan secepatnya akan melaporkan penembakan tersebut ke Komnas HAM di Jakarta untuk dilakukan penyelidikan.

“Kami dari Komisi F DPRP akan meminta Komnas HAM untuk turun melakukan penyelidikan penembakan tersebut, sehingga orang Papua tidak selalu dijadikan korban terus menerus,” kata Weynand saat dihubungi Papua Pos Kamis (14/8) kemarin.

Selaku ketua Komisi F dirinya meminta Polisi agar jujur dan benar-benar melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada pesan-pesan sponsor yang selalu mengorbankan orang-orang asli Papua.

“Stop penembakan, orang Papua jangan lagi dijadikan sebagai eksperimen untuk kepentingan mereka yang gila jabatan dan pangkat dengan mengorbankan rakyat Papua. Jika memang ingin berprestasi, bekerjalah dengan baik dan jujur, pasti Tuhan akan memberkati,” kata politisi Partai Merdeka ini.

Dikatakan dari fakta serta didukung laporan sebelum dan sesudah peristiwa terjadi, jelas ada desain dari kelompok–kelompok tertentu yang melakukan penembakan. Hal ini dilihat dari posisi kenderaan petugas. Jadi penembakan itu, hanya trik dari orang tertentu yang punya tujuan sehingga ada laporan menjelang perayaan HUT 17 Agustus, disaat Perayaan hari Pribumi Internasional di Papua petugas telah berhasil menurunkan bendera Bintang Kejora.

“Skenario ini tidak jauh beda di penembakan di Timika, yang menjadi korban orang asli Papua,” ujarnya memberi contoh, sembari berharap agar Polisi jangan bertindak bodoh dan selalu mengkambinghitamkan masyarakat asli Papua jadi tersangka.

Lebih jauh dirinya mengatakan , ketidak pahaman dirinya terhadap aparat, tentang makna peringatan Hari Pribumi Internasional. “Orang Papua sebagai pribumi pantas memperingatinya. Untuk itu, siapapun dia yang bukan orang Papua harus menghormati dan menghargainya,” jelas Watory.

Demikian juga penjagaan atau pengamanan tidak perlu dilakukan. Justru yang dijaga atau diawasi adalah orang-orang yang masuk ke Papua tanpa tujuan yang jelas.

“Masyarakat Papua yang melakukan peringatan itu, khan jelas adalah orang asli Papua. Ngapain mesti diawasi seperti penjahat. Sementara disekitar kita berkeliaran orang yang punya tujuan tidak jelas, tetai malah dibiarkan, itu khan aneh dan tidak masuk akal,” katanya. (bela)

Sumber: Papuapos

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: