Pro dan Kontra Status Otsus bagi Propinsi Papua

Secara umun masyarakat papua menolak Otsus ditandai dengan Demonstrasi besar-besaran pada tahun 2003-2006 dan secara simbolispun rakyat papua menyerahkan peti mati melambangkan bahwa Otsus tidak berguna bagai rakyat papua seutuhnya.

Penolakan Otsus dilakukan karena tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus itu sendiri diantaranya;

  1. Pemerintah daerah tidak bisa mengeluarkan peraturan daerahnya ( PERDA ) Mengapa demikian…? Ironisnya apa yang disebut-sebut Ostsus itu…?
  2. Pendapatan daerah dibagi dengan perbandingan 80/20. 80% untuk daerah dan 20% nya diberikan kepada pemerintah pusat, bukan kah begitu…?

Perlu diketahui bahwa Otsus itu bukan kata lain dari pada Uang, PERDA yang seharusnya kerjaan PEMDA Papua tapi apa yang terjadi.. Semua peraturan sepenuhnya diatur oleh Jakarta. Saya pernah meneliti hal ini :

“bukan karena orang papua tidak tahu bikin Perda atau Malas namun sia-sia karena kebijakan sepenuhnya dipengang oleh jakarta.”

Kekaburan seperti in orang papua sampai kapanpun… tadak pernah menginginkan OTSUS.

Walaupun demikian Politisi lokal yang tidak tahu asalnya dari mana memanfaatkan situasi ini dan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya. oleh karena itu waspada, WASPADALAH

Berikut salah satu laporan yang dikirim Via Email:

From : Raden

Orang di Papua semua kejar target ambil posisi dalam pemilu sehingga banyak debat tentang Otsus. Sampai sekarang ternyata banyak pemikiran yang masih bicara otsus seolah-olah otsus itu barang baru, padahal sudah 8 tahun barang ini ada di Papua.

Pertemuan FKKI Papua dengan cepos, saya sendiri ikut dampingi karena diminta Ketua GMKI dan PMKRI untuk sama-sama. Sebelum kami ke Cepos pu Kantor di Entrop, sekitar 1 Jam kami berdiskusi dengan MRP. Dari semua pembicaraan dengan MRP, teman-teman di FKKI berdebat soal 11 kursi untuk DPRP yang utuh bagi Papua.

Kemudian diskusipun berkembang dengan kekecewaan terhadap sikap Mosaad di Cepos bahwa Otsus untuk Semua orang. Memang didalam rombongan FKKI ada juga Bapak Pdt. Nico Mauri, yang pernah datang ke Kantor Freeport Jakarta ambil maik bubarkan Demo di Depan Freeport Jakarta tetapi kawan-kawan usir bapak dia.

Kini, aliran gerakan kristen yang perwakilannya baru terbentuk di Papua diketuai oleh Salmon Yumame itu memang bertujuan gigit Papua agar pihak gereja dapat kursi di DPRP. Ini duduk masalahnya, sehingga saling ribut dan bertentangan dengan teori otsus.

Otsus Demokratis jika memang dikususkan buat penduduk asli. Tapi sayangnya, 11 kursi tersebut bermasalah, karena KPU tak bisa jalankan akibat tarada PERDASI dan PERDASUS yang mengatur, sehingga aturan KPU tetap jalan dengan logika Hukum Jakarta dan bukan Hukum Otsus.

Yah,,,,ini sudah barang yang orang Papua su tolak to..mau di paksakan yahhh jadinya hanya ribut mekanisme ampe otsus habis waktu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: